4 Tradisi Cari Jodoh yang Berubah menjadi Seks Bebas

Header 728 x 90

Tiap-tiap daerah, kota bahkan juga hingga Negara biasanya mempunyai Tradisi yang masihlah dikerjakan hingga saat ini. Sebut saja Tradisi Rambu Solo di Toraja, Debus di Banten, Omed-Omedan di Bali sampai Tradisi Onda Matsuri di Jepang yang mana semuanya Tradisi itu di turunkan dari beberapa leluhur serta masihlah selalu dipertahankan sampai saat ini.

Tradisi memanglah sudah jadi satu budaya yang di turunkan dari beberapa leluruh serta itu telah mendarah daging untuk beberapa kelompok sekalian jadi daya tarik sendiri untuk sejumlkah wisatawan. Sayangnya, Tradisi yang awalannya diakui mempunyai maksud yang baik malah terkadang disalahgunakan sampai jauh melenceng dari maksud intinya seperti 4 Tradisi berikut ini yang awalannya adalah Tradisi mencari jodoh malah jadi Tradisi sex bebas, seperti apa kisahnya?

TRADISI BOMENA

Bomena atau yang di kenal dengan arti “nigh hunting” di Bhutan ini adalah satu diantara Tradisi tertua untuk warga Bhutan. Tradisi Bomena dimaksud telah ada mulai sejak beberapa ratus tahun lantas yang dipakai beberapa leluhur orang-orang Bhutan sebagai Tradisi untuk menolong mereka temukan jodoh. Sayangnya bersamaan dengan saat serta banyak budaya yang masuk ke Bhutan Tradisi ini malah beralih jadi Tradisi sex bebas, di mana beberapa remaja ataupun pria dewasa di Bhutan mengincar tiap-tiap gadis remaja. Namun bukanlah untuk di menjadikan pacar atau istri tetapi untuk jadikan sebagai “perburuan” sex pada beberapa gadis remaja.

TRADISI BOMENA

Tradisi ini sangat mungkin bikin beberapa remaja di Bhutan ikut serta sex bebas walau mereka tak sama-sama kenal meskipun. Tradisi ini di kenal dengan arti “night hunting” lantaran beberapa pria ini lakukan “perburuan” pada malam hari berbentuk grup. Mereka bakal menyisir tiap-tiap tempat tinggal beberapa remaja wanita terutama untuk mereka yang tinggal di pedasaan. Bila satu diantara di antara mereka temukan gadis yang ia sukai jadi ia bakal berupaya masuk ke tempat tinggal serta menyusup ke kamar si gadis. Disinilah sering kali berlangsung jalinan tubuh pada beberapa pria serta beberapa gadis remaja dengan argumen ritual. Tidak heran banyak gadis di Bhutan yang hamil serta menikah waktu masihlah remaja. Namun tak semuanya tindakan beberapa pria sukses dengan mulus, lantaran banyak di antara mereka pada akhirnya tertangkap basah waktu berupaya masuk ke tempat tinggal si gadis. Mereka yang tertangkap bakal dihukum untuk bekerja di ladang atau menikah dengan si gadis

TRADISI GUNUNG KEMUKUS

Gunung kemukus yang ada di Desa Pendem, Kabupaten Sragen ini pernah menghebohkan banyak kelompok sesudah salah seseorang jurnalis memaparkan ritual sex bebas yang diselenggarakan tiap-tiap tahunnya.
Ritual sex bebas yang berlangsung di Gunung Kemukus ini sesungguhnya bermula dari cerita seseorang pangeran yang pergi mengasingkan diri di gunung Kemukus lantaran alami pergulatan batin yang hebat. Lama tidak bersua dengan Ibunya, dengan kerinduan yang mengagumkan pada si anak sang Ibu pergi menyusul si pangeran ke gunung Kemukus. Tetapi waktu tiba rasa rindu mereka malah tak seperti Ibu serta anak tetapi seperti seperti pasangan kekasih. Untungnya sebelumnya berlangsung jalinan intim keduanya dipergoki warga, masyarakat setempat yang geram juga membunuh keduanya lewat cara dirajam. Sebelumnya wafat si Pangeran yang bernama Pangeran Samudro pernah berpesan bila ada di antara mereka yang bisa meneruskan jalinan intimnya sepanjang 7 hari 7 malam jadi dosa-dosanya bakal dijamin oleh mereka serta sebagai ubahnya ia bakal memberi apa pun yang ia kehendaki.

TRADISI GUNUNG KEMUKUS

Legenda itu juga menebar sampai pada akhirnya jadi satu Tradisi yang dikerjakan tiap-tiap malam Jumat Pon atau malam Jumat Kliwon dalam bebrapa bln. spesifik. Kisahnya yang makin menebar bikin beberapa orang dari luar daerah mulai berdatangan, awalannya mereka datang berbarengan pasangannya semasing untuk memperoleh “bantuan” dari si Pangeran. Tetapi bersamaan dengan perubahan zaman, beberapa kelompok malah memakai ritual sex itu dengan sediakan beberapa wanita yang bakal menolong beberapa pria dalam menggerakkan ritual, sampai pada akhirnya gunung yang sesungguhnya mempunyai panorama alam yang indah itu malah beralih jadi ladang prostitusi sampai sex bebas.

TRADISI SUKU KREUNG

Suku Kreung adalah satu diantara suku terpencil di Kamboja yang liberalis serta berpedoman keyakinan serta tata langkah hidup yang unik, salah nya ialah Tradisi yang dikerjakan beberapa gadis serta pria remaja untuk temukan cinta sejati mereka.

TRADISI SUKU KREUNG

Gubuk cinta jadi arti yang begitu menempel untuk suku ini, pasalnya tiap-tiap gadis remaja yang sudah siap merajut cinta bakal tidur pada suatu gubuk kecil yang menolong mereka temukan pria yang ia cintai. Suku Kreung yakin bila cara itu adalah langkah paling baik yang bakal bikin mereka memperoleh cinta sejatinya yang bakal berjalan sampai ajal memisahkan mereka. Di gubuk tersebutlah gadis dari suku Kreung bakal menanti seseorang pria untuk berteman serta menginap semalam jemu dengannya, apabila si gadis tak sukai jadi mereka cuma bakal menggunakan malam untuk bicara serta tidur namun bila ia jatuh cinta jadi ia bakal ikhlas terkait seksual dengan si pria sampai mereka menikah.

Tetapi bila selama hubungan si gadis berjumpa dengan pria yang lebih menarik serta ia berhenti menyukai pacarnya jadi ia bakal meninggalkan pacarnya untuk merajut jalinan dengan pria yang baru termasuk juga terkait sex. Ritual seperti itu selalu terulang hingga si gadis temukan pria yang paling baik untuk jadi suaminya walau terkadang ia telah mempunyai anak.

TRADISI MATRIARCHAL

Suku Mosuo di Cina yaitu suku yang begitu menghormati serta bahkan juga tambah lebih menghormati wanita. Di suku ini pria tak mempunyai peran yang besar dalam kehidupan bahkan juga pria dimaksud tak mempunyai hak apa pun di suku ini.

TRADISI MATRIARCHAL

Suku Mosuo yang hidup di danau Lugu ini memanglah mempunyai pola hidup yang unik untuk orang-orangnya, bahkan juga satu diantara pola hidup yang telah jadi Tradisi di suku ini yaitu Tradisi matriarchal. Tradisi ini adalah pola hidup yang memperbolehkan tiap-tiap wanita di suku ini terkait sex dengan pria manapun yang ia sukai bila waktu itu ia menginginkan mempunyai anak. Wanita yang dikira siap untuk pilih pria bakal menanti pria di satu kamar, bila si wanita tak sukai jadi dia bakal menampik serta mengusirnya namun bila ia memilihnya jadi si wanita bakal terkait tubuh dengan pria yang ia tentukan.

Suku Mosuo memanglah tak mengetahui arti perzinahan, sex bebas bahkan juga pernikahan, tiap-tiap wanita yang dikira telah dewasa jadi ia bebas pilih dengan siapa dia bakal lakukan jalinan seksual. Sayangnya Tradisi matriarchal ini malah terkadang disalahgunakan oleh beberapa turis, pasalnya banyak turis yang datang memanglah berniat untuk mengambil kesempatana serta bercinta dengan wanita suku Mosuo lantaran terkecuali di kenal miliki paras yang cantik suku ini dapat tak mengikat beberapa pria.

Tradisi dari setia suku diatas semestinya tak digunakan oleh beberapa orang spesifik yang memanglah cuma menguber kenikmatan. Terutama untuk kita yang berpedoman budaya ketimuran yang begitu sensitif dengan beberapa hal berbau seksual lantaran bertentangan dengan etika, Tradisi serta keagamaan.

Ketahui Bagaimana Cara Saya Bisa Menghasilkan 7 Juta Rupiah Dalam Waktu 1 Minggu Dari Bisnis Online Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five + one =